UTS PPKn- PEND.MULTIKULTURAL

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA JOMBANG
Jl. Pattimura III/20 tlp. (0321) 861319 Jombang

UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2014/2015

MATA KULIAH : PEND. MULTIKULTURAL
PRODI : S1 PPKn 2014
HAR / TANGGAL : MEI2015
WAKTU / SIFAT : TAKEHOME :
DOSEN PEMBINA : Dr. Firman S, M.Pd.

SOAL :
1. Jelaskan pengertian Multikulturalisme…!

2. Mengapa Pendidikan Multikultural diperlukan bagi bangsa Indonesia berikan alasan !

3. Melalui apa saja pendidikan Multikultural dapat di implementasikan !

4. Apa manfaat pendidikan Multikultural bagi bangsa Indonesia.!

5. Sebutkan Nilai-nilai multikultural pada masyarakat Jombang.!

6. Apa perbedaan antara multikulturalisme dan Pluralisme..!

7. Jelaskan kandungan multikultural dalam Falsafah Pancasila.!

8. Apakah Pendidikan Multikultural sejalan dengan ajaran Agama..?

9. Bagaimana strategi seorang guru PPKn dalam mengajarkan multikulturalisme.!

STKIP-PBSI-UTS-KWN (KELAS A,B,C)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA JOMBANG
Jl. Pattimura III/20 tlp. (0321) 861319 Jombang

UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2014/2015

MATA KULIAH : Pendidikan Kewarganegaraan
PRODI : S1 PBSI 2014 KELAS (A,B,C)
HAR / TANGGAL : MEI 2015
WAKTU / SIFAT : TAKEHOME :
DOSEN PEMBINA : Dr. Firman S, M.Pd.

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar.!

1. Unsur-unsur identitas nasional adalah :
a. Bahasa
b. Suku
c. Agama
d. Kebudayaan
e. Benar semua.
2. Kondisi dinamis suatu bangsa dalam menghadapi ancaman, hambatan, dan tantangan dari luar maupun dari dalam adalah
a. Ketahanan Nasional
b. Ketannguhan Bangsa
c. Keuletan Negara
d. Kedaulatan Bangsa
e. Dinamika Nasional
3. Kebijakan Publik yang dikeluarkan oleh pemerintah haruslah mencerminkan pelayanan kepada nmasyarakat sebagai wujud….
a. Good governance dan clean goverment
b. Pelayanan prima
c. Abdi masyarakat
d. Adil dan memuaskan
e. Membantu terwujudnya kehidupan yang semakin rukun dan damai.
4. Pengertian hak azasi manusia yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 alinea pertama adalah :
a. Hak menikmati kehidupan sebagai bangsa yang merdeka.
b. Bebas dari kebodohan, kemiskinan dan kemelaratan
c. Kemerdekaan untuk turut serta dalam menciptakan ketertiban dunia.
d. Kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah.
e. Hak bekerja sama dengan bangsa manapun juga.
5. Demokrasi lahir sejak ……………
a. Ditetapkannya Magna Charta
b. Revolusi Perancis
c. Renaissance
d. Kebudayaan Yunani Kuno
e. Aufklarung
6. Pemilu adalah tanda suatu negara demokrasi. Sejak Indonesia Merdeka, Pemilu di Indonesia sudah diselenggarakan …………………
a. tigakali
b. delapan kali
c. sembilan kali
d. sepuluh kali
e. sebelas kali
7. Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung diatur dalam:
a. Undang-undang nomor 32 Tahun 2004
b. Undang-undang nomor 31 Tahun 2002
c. Undang-undang nomor 12 Tahun 2003
d. Undang-undang nomor 22 Tahun 2007
e. Undang-undang nomor 23 Tahun 2003
8. Konsep Wawasan Nusantara dalam kehidupan Bangsa Indonesia sangat berguna untuk:
a. Memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan IPOLEKSOSBUDHANKAM.
b. Menyatukan keanekaragaman yang terdapat pada bangsa kita.
c. Menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d. Menciptakan kesadaran bela negara bagi warga negara.
e. Membantu terwujudnya kehidupan yang semakin rukun dan damai.
9. Pengertian hak azasi manusia yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 alinea pertama adalah :
a. Hak menikmati kehidupan sebagai bangsa yang merdeka.
b. Bebas dari kebodohan, kemiskinan dan kemelaratan
c. Kemerdekaan untuk turut serta dalam menciptakan ketertiban dunia.
d. Kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah.
e. Hak bekerja sama dengan bangsa manapun juga.
10. Sistem Pemerintahan yang desentrailistik ditandai oleh penyerahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintahan daerah. Instansi vertikal (yang ada di daerah) diadakan untuk menyelenggarakan azas pemerintahan:
a. Desentralisasi
b. Dekonsentrasi
c. Sentralisasi
d. Tugas Pembantuan
e. Dekonsentralisasi
11. Berdasarkan Amandemen Kedua (tahun 2000) UUD 1945 pasal 18 ayat (4), Gubernur, Bupati, dan Walikota sebagai kepala pemerintah daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota dipilih secara:
a. Langsung
b. Tidak langsung
c. Demokratis
d. Perwakilan
e. Langsung dan demokratis
12. Azas desentralisasi di Indonesia sesuai dengan UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah diletakkan pada tingkat pemerintahan:
a. Kabupaten
b. Kota
c. Provinsi
d. Kecamatan
e. Desa.
13. Pada tahun 1941 Franklin D Rossevelt didepan Konggres AS menyatakan The Four Freedom kecuali ……………
a. freedom of spech
b. freedom of religion
c. freedom from fear
d. freedom of life
e. freedom from want
14. Pemerintah RI menetapkan tentang Zona Ekonomi Ekslusif 21 Maret 1980 selebar .
a. 200 mil b. 300 mil c. 100 mil d. 150 mill e. 400.mil
15. Setelah diamandemen UUD 1945 mengalami perobahan menjadi sbb :
a. Pembukaan, 16 Bab 37 pasal dan penjelasan
b. Pembukaan, 21 Bab 73 pasal 170 ayat
c. Pembukaan dan Penjelasan
d. Pembukaan, dan penutup
e. Pembukaan dan alinea
16. Pilar kekuasan dalam teori Trias Politika yang melaksanakan pemerintahan adalah kecuali…..
a. Legislatif
b. Eksekutif
c. Yudikatif
d. Federatif
e. Konservatif
17. Manusia selain sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. Maksud sebagai makhluk sosial adalah ……………..
a. tidak dapat hidup apabila tidak mendapat bantuan dari orang lain
b. hidup menyendiri dalam keadaan terpaksa
c. dari lahir sampai meninggal nanti senantiasa mendapat bantuan orang lain
d. diharapkan selalu mendapat bantuan orang lain
e. tidak dapat hidup sendiri tetapi selalu membutuhkan orang lain
18. Untuk mewujudkan cinta tanah air dapat dilakukan dengan cara
a. bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup
b. tidak mau disuap apabila kita menjadi pejabat negara
c. tidak mau memberi saran, meskipun dirinya tahu
d. merelakan tanahnya untuk kepentingan umum dengan ganti rugi yang tinggi
e. bekerja diluar negeri untuk mendapatkan devisa negara
19. Asas kewarganegaraan yang berdasarkan tempat lahir adalah…………
a. apatride
b. bibatride
c. ius solli
d. ius sanguinis
e. benar semua
20. Kebebasan individu dalam Negara Pancasila adalah kebebasan yang………
a. seluas-luasnya
b. tanpa batas
c. dapat dipertanggung jawabkan
d. seenaknya sendiri
e. keuntungan sendiri
21. Tata urutan perundang-undangan di Indonesia yang paling tinggi adalah …
a. UUD 1945
b. UU/ Perpu
c. Peraturan Pemerintah
d. Kepres
e. Permen
22. Konstitutusi Negara RI yang pernah berlaku antara tahun 1949 – 1950 adalah ……
a. UUDS 1950
b. Konstitusi RIS
c. UUD 1945
d. Dekrit Presiden
e. Konstituante
23. Manakah yang bukan Atribut Kenegaraan dibawah………………
a. Bahasa Nasional
b. Lambang Negara
c. Bendera Sang Merah Putih
d. Semboyan Negara
e. Lagu Indonesia Raya
24. Mekanisme pengambilan keputusan sebagaimana diatur di dalam UUD 1945 adalah:
a. Voting
b. Musyawarah
c. Musyawarah untuk Mufakat
d. Benar semua
e. Salah semua
25. Negara hukum yang dianut negara R.I tercantum di dalam ketentuan UUD 1945 yaitu dalam:
a. Pasal 4 ayat 1 dan 2
b. Pasal 3 ayat 1, 2, dan 3
c. Pasal 2 ayat 1 dan 2
d. Pasal 1 ayat 2
e. Pasal 5 ayat 1
26. Good governace meliputi beberapa aspek kecuali…………..
a. quality service
b. otonomi daerah
c. transparansi
d. free corruption
e. free competition
27. Kebangkitan nasional I bangsa Indonesia ditandai dengan………….
a. lahirnya kaum cendikiawan
b. lahirnya Budi Utomo
c. munculnya berbagai Partai Politik
d. lahirnya Sumpah Pemuda
e. kedatangan Jepang ke Indonesia
28. Nilai-nilai Pancasila dapat memberikan arah dan motivasi tumbuhnya rasa cinta tanah air dalam fungsinya sebagai …………
a. dasar negara
b. falsafah bangsa
c. moral pembangunan bangsa
d. perjanjian luhur
e. sumber dari segala sumber hukum
29. Gotong royong dalam kehidupan merupakan cermin dari…………
a. solidaritas yang didasari persamaan hak
b. kebersamaan dalam menghabiskan dana
c. jiwa kemanusiaan yang adil dan beradab
d. konsepsi persatuan Indonesia
e. nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
30. Salah satu perwujudan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia adalah…….
a. kita merasa memiliki dan mencintai tanah air Indonesia
b. keinginan untuk meneruskan warisan perjuangan leluhur bangsa
c. kemerdekaan yang dicapai memiliki perjalananan sejarah yang panjang
d. bangsa Indonesia merupakan bagian dari umat manusia di dunia.
e. Mengagungkan bangsa sendiri.
31. Menurut pasal 30 ayat 1 UUD 1945, membela negara merupakan……………
a. tugas dan wewenang warga negara
b. tugas dan tanggung jawab warga negara
c. hak dan kewajiban setiap warga negara
d. tugas TNI dan POLRI
e. tugas aparat pertahanan keamanan
32. Hubungan antar manusia dalam proses interaksi sosial meliputi kecuali…….
a. Cooperation
b. Competition
c. Conflict
d. Consensus
e. Accomodation
33. Norma yang berisi petunjuk baik buruk, benar-salah, apabila dilanggar menimbulkan perasaan bersalah dan berdosa disebut ………….
a. norma agama
b. norma kesopanan
c. norma kesusilaan
d. norma hukum
e. normat adat
34. Berikut merupakan Komponen Sistem Pendidikan Nasional, kecuali :………..
a. Komponen Ideologis (Pancasila)
b. Komponen Kostitusi (UUD 1945)
c. Komponen perundangan (UU Nomor 20 Tahun 2003)
d. Komponen Wawasan (Wawasan Nusantara)
e. Komponen Kesadaran Pendidikan
35. Apakah yang dimaksud dengan Komponen Pelaksana Pendidikan ????
a. Pelaksanaan pendidikan yang meliputi Mendiknas dan yang terbawah Dosen dan guru
b. Komponen yang mendukung dalam dunia Pendidikan.
c. Komponen yang mempunyai peranan penting dalam Pendidikan.
d. Susunan dalam pelaksana pendidikan nasional.
e. Rancangan untuk memajukan Pendidikan nasional.
36. Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan sifatnya wajib di dunia Pendidikan Nasional?
a. Karena sebagai syarat kelulusan.
b. Sifatnya wajib dikarenakan sebagai bahan ajar bagi semua elemen pendidikan.
c. Supaya para pemuda penerus bangsa tidak lupa akan perjuangan Pahlawan.
d. Sebab pendidikan Kewarganegaraan mempunyai peranan yang penting untuk mendidik siswa dalam dunia nasionalisme.
e. Ketentuan dari Menteri Pendidikan Nasional.
37. Setiap warga Negara berhak memperoleh pengajaran seperti diatur dalam Undang-undang nomor??
a. 22 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
b. 22 tahun 2001 tentang penyelenggaraan Pendidikan.
c. 22 tahun 2004 tentang Pendidikan Nasional.
d. 24 tahun 2000 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
e. 20 tahun 2003 tentang penyelenggara pendidikan.
38. Apakah yang dimaksud komponen instrumental itu ?
a. Kurikulum
b. Makalah yang berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan
c. Unsur pelengkap dalam dunia pendidikan
d. Komponen tambahan di dunia Pendidikan Nasional.
e. Rancangan Pembelajaran Pendidikan Nasional.
39. Pendidikan macam apakah Pendidikan Kewarganegaraan itu?
a. Pendidikan yang mengedapankan ilmu-ilmu sosial
b. Pendidikan yang bersumber dari Pancasila dan UUD
c. Pendidikan yang mempunyai tujuan memajukan bangsa
d. Pendidikan yang wajib dipelajari oleh setiap warga Negara
e. Pendidikan yang dilandasi dengan UU.
40. Apakah tujuan utama dari pendidikan pancasila dan kewarganegaraan tersebut?
a. Membentuk generasi muda yang berwawasan nasional.
b. Sumbangan ilmu bagi kemajuan Negara Indonesia.
c. Membentuk kepribadian warga Negara yang baik.
d. Sebagai pelengkap mata pelajaran lain.
e. Syarat sebuah kelulusan.
41. Cogan (1998) mengidentifikasikan yang perlu dimiliki oleh seorang warga negara, antara lain kecuali :
a. Kemampuan untuk memahami dan menerima perbedaan budaya, kemampuan untuk berpikir kritis dan sistematis
b. Kemampuan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, memiliki kepekaan terhadap hak-hak asasi manusia
c. Kemampuan berpartisipasi dalam politik pada tingkat lokal, nasional dan internasional
d. Kemampuan untuk beradaptasi dalam masyarakat
e. Kemampuan untuk memhami kondisi dalam masyarakat
42. Tugas utama pendidikan kewarganegaraan adalah :
a. Memberikan pencerahan informasi tentang hubungan antara negara dengan warga negara
b. Memberikan dampak positif bagi negara
c. Mampu beraktualisasi terutama dalam konsentrasinya untuk menggarap hak dan kewajiban warga negara
d. Mampu bersanding dengan negara yang lain
e. Mampu memberikan hal positif terhadap suatu Negara
43. Maksud dari kedudukan pendidikan kewarganegaraan bersifat sentral yaitu :
a. Program pendidikan Kewarganegaraan memliki keterkaitan langsung dengan program pendidikan nasional
b. Program pendidikan memiliki kepribadian yang baik, demokratis dan bertanggung jawab
c. Pendidikan kewarganegaraan mampu beraktualisasi terutama dalam konsentrasinya
d. Pendidikan kewarganegaraan bisa menjadi negara yang baik
e. Pendidikan kewarganegaraan dapat dibangun dengan sebuah penalaran
44. Pendidikan kewarganegaraan adalah :
a. Pendidikan yang berkedaulatan
b. Pendidikan yang berdasarkan pada pancasila
c. Pendidikan yang menjunjung tinggi martabat
d. Pendidikan yang bermoral
e. Pendidikan yang mempunyai maksud dan tujuan
45. Arti dari pkn sebagai wahana pemberdayaan civil society ialah :
a. Segala yang menyangkut kehidupan manusia sebagai warga masyarakat
b. Adanya sikap dan tindakan warga yang ‘bebas’ dari tindakan kekerasan’
c. Membangun kebijakan warga negara
d. Rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan
e. Masyarakat yang kuat dan bermoral
46. Berpikir adalah memberdayakan ketrampilan atau strategi kognitif dalam menentukan tujuan. Hal ini dikemukakan oleh?
a. Halpen (dalam Arief Achmad, 2007)
b. Anggelo (1995)
c. Stanley E. diamond (1970)
d. Lickona (1992)
e. Welton dan mallan (dalam winataputra)
47. Melalui pendidikan apa dapat dibangun sebuah penalaran rasional peserta didik (warga Negara) yang mampu terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan dalam institusi maupun dalam masyarakat?
a. Pendidikan bimbingan dan konseling
b. Pendidikan kewarganegaraan
c. Pendidikan bahasa Indonesia
d. Pendidikan matematika
e. Pendidikan ekonomi
48. Siapa yang mengemukakan bahwa respect and responsibility adalah sebagai inti dari karakter warganegara yang cerdas dan baik ?
a. Halpen (dalam Arief Achmad, 2007)
b. Anggelo (1995)
c. Langenberg (1996)
d. Lickona (1992)
e. Welton dan mallan (dalam winataputra)
49. megatrens’ kehidupan saat ini dikembangkan oleh bangsa ?
a. Malaysia
b. Singapura
c. Bangkok
d. Indonesia
e. China
50. Salah satu indikator warga Negara yang baik adalah sebagai pemikir. Hal ini dikemukakan oleh ?
a. Stanley A. Diamond (1970)
b. Cogan (1998)
c. Wijaja (1985)
d. Ghazali (1994)
e. Lickhona (1992)
51. Berpikir kritis adalah mengaplokasika rasional, kegiatan berpikir yang tinggi, yang meliputi menganalisis, mensintesis, mengenal permasalahn dan pemecahannya, menyimpulkan, serta melakukan penilaian terhadap suatu yang sedang dijadikan objek pemikirnya hal ini dikemukakan oleh?
a. Anggelo
b. Cogan
c. Ghazali
d. Lickhona
e. Halpen
52. Di bawah ini adalah tugas mata kuliah Kewarganegaraan dalam kurikulum perguruan tinggi yang benar adalah ….
a. Memberikan bekal dasar kepada mahasiswa tentang pengetahuan mengenai hubungan antara negara dengan warga negara dan pengetahun pendidikan pendahuluan bela negara.
b. Memancing kesadaran moral terhadap cara pandang kebangsaan dan cinta tanah air serta pertahanan dan keamanan nasional.
c. Memberikan bekal dasar kepada mahasiswa yang latar belakang disiplin ilmunya berbeda-beda.
d. Menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pembelajaran, dan pembentukan.
e. Membentuk pribadi mahasiswa yang berbudi luhur dan cinta tanah air.
53. Dalam sistem pendidikan nasional terdapat komponen-komponen, di bawah ini adalah komponen- komponen sistem pendidikan nasional kecuali ….
Komponen ideologis (pancasila)
Komponen yang rasional
Komponen konstitutif (UUD 1945)
Komponen perundangan (UU Nomor 20 Tahun 2003)
Komponen wawasan (Wawasan Nusantara)
54. Dalam komponen konstitutif, panggilan konstitusi bagi penyelenggara pendidikan nasional oleh pmerintah negara Indonesia, secara eksplisit dapat digali di ….
a. UUD 1995 Pasal 31
b. UUD 1990 Pasal 13
c. UUD 1945 Pasal 31
d. UUD 1997 Pasal 29
e. UUD 1945 Pasal 30
55. Karakteristik pendidikan kewarganegaraan, dalam PKn sebagai pendidikan nilai dan moral, pendidikan pacasila dan kewarganegaraan (PPKn) bertujuan membentuk kepribadian warga negara yang baik (desirable personal qualities), pernyatan di atas selaras dengan ….
a. Jiwa dan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945
b. Badan UUD 1945
c. Nilai-nilai Pancasila
d. Pembukaan UUD 1945
e. Pasal 31 UUD 1945
56. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara yang berdiri secara berdaulat ditengah negara-negara bangsa, disebut juga dengan….
a. Nation state
b. Nasional
c. Indonesia National
d. State National
e. Indonesia Nasional
57. Semboyan bangsa kita adalah Bhineka Tunggal Ika, yang artinya adalah…
a. Berbangsa dan bernegara satu
b. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua
c. Berbeda-beda tetapi tetap satu
d. Berbangsa dan bernegara saja
58. Suatu persatuan karakter atau peringai yang timbul karena persatuan nasib ( Otto Baut Veer 1970 ), pengertian dari…
a. Negara
b. Kesatuan
c. Bangsa
d. Republik
e. Kedaulatan

59. Ciri khas yang membedakan suatu subjek dengan yang lainnya. Kalimat tersebut merupakan pengertian dari….
a. Identitas
b. Jati diri
c. Nama
d. Ciri-ciri
e. Perkenalan

60. Identitas memiliki kedekatan dengan jati diri sebagai cirri-ciri atau keadaan khusus seseorang dan didalamnya terdapat…
a. ciri khas yang berbeda
b. unsur serta semangat yang berbeda
c. jiwa, semangat, dan gaya gerak yang dimiliki seseorang
d. jiwa dan semangat yang tinggi
e. fikiran dan jiwa yang sama untuk bersatu
61. Faktor primordial ialah faktor yang terkait dengan…
a. Kesamaan negara
b. ikatan ideology
c. presepsi tentang asal usul
d. kekerabatan
e. bhineka tunggal ika
62. Negara adalah suatu asosiasi yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah. Pengertian dari…
Roger H. Soltau
Haorld J. Laski
Max Webeer
Robert MC. Tiver
Ramlan Subakti
63. Tujuan negara adalah bermacam-macam antara lain…
a. menyejukkan jiwa
b. menjunjung bangsa
c. memajukan hukum
d. memperluas kekuasaan
e. mencapai kesejahteraan umum
64. Terwujudnya suatu negara apabila memenuhi unsur pokok sebagai berikut…
a. unsur rakyat
b. unsur wilayah
c. unsur pemerintah berdaulat
d. unsur tujuan
e. semua benar
65. Terkait dengan sifat hubungan suatu negara kedalam maupun keluar. Bentuk Negara dibagi menjadi…
Satu
Dua
Tiga
Empat
Lima
66. Dominion adalah suatu Negara merdeka (terjadinya jajahan Inggris) tetapi masih tetap dalam lingkungan kerajaan Inggris dan tetap mengakui raja/ratu Ingris sebagai kepala Negaranya. Di negara dominion raja /ratu diwakili oleh…..
a. Raja
b. Ratu
c. Gubernur jendral
d. Kepala Negara
e. Kepala bagian
67. Terminologi bentuk Negara dalam penerapan sehari-hari sering disebut juga ambiguous. Disatu sisi bentuk Negara untuk payung pembagian Negara atas monarkhi dan republik terdapat pada UUD 1945 ?
a. Pasal 1 ayat 1 UUD 1945
b. pasal 2 ayat 2 UUD 1945
c. pasal 3 ayat 3 UUD 1945
d. Pasal 3 ayat 2 UUD 1945
e. Pasal 3 ayat 1 UUD 1945

68. Leon Duguit membagi bentuk pemerintahan ditinjau dari bagaimana cara menunjukkan kepala negara yang meliputi :
1. Monarkhi, bila kepala negaranya ditunjuk berdasarkan hakwari sturun-temurun(raja) dan 2. Republik bila kepala negaranya dipilih untuk waktu yang terbatas (presiden)
Tirani adalah bentuk pemerintahan dimana kekuasaan Negara dipegang oleh satu orang yang menjalankan kekuasaan itu untuk kepentingan penguasa sendiri.
Aristokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana kekuasaan Negara berada ditangan sejumlah kecil orang terbaik yang menjalankan kekuasaanny auntuk kepentingan semua orang.
Timokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan dimana tindaakan penguasahanya dilaksanakan .
Oligrakhi adalah suatu bentuk pemerintaha norang yang menjalankan kekuasaannya untuk kepentinganmerekasendiri.
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana kekuasaan Negara berada di tangan rakyat yang menjalankan kekuasaannya untuk kepentingan semua orang.
69. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada….
a. 15 Agustus 1945
b. 11 Agustus 1945
c. 12 Agustus 1945
d. 14 Agustus 1945
e. 13 Agustus 1945
70. Apa hasil referendum yang dilakukan timor-timur pada tahun 1999 ?
a.Timor timur menjadi Negara timor leste
b. Timor timur dibagi menjadi beberapa daerah
c. Wilayah timor diakui oleh Australia
d. Berhasil memperoleh beberapa wilayah
e. Timor-timur menjadi papua timur
71. NKRI adalah Negara kepulauan, berapa jumlah pulaunya ?
a. 15.450 pulau
b. 15.124 pulau
c. 17.508 pulau
d. 17. 115 pulau
e. 8.750 pulau
72. Irian barat telah berhasil direbut dari penjajah Belanda pada tahun ?
a. 1945
b. 1876
c. 1863
d. 1963
e. 1976
73. Apa yang terjadi pada tahun 1965 saat perjuangan mempertahankan NKRI ?
a.Meletus pemberontakan G.30 S. PKI
b. Pemberontakan Negara kesatuan RI
c. NKRI dinyatakan telah final
d. rapuhnya batas-batas wilayah NKRI
e. Permasalahan krusial
74. Kapan NKRI itu lahir ?
a. 10 November 1945
b.17 Agustus 1945
c. 20 Agustus 1945
d. 17 November 1945
e. 19 Agustus 1945
75. NKRI dibagi atas daerah-daerah provinsi, dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota. Kepala Daerah Provinsi disebut gubernur. Adapun Kepala daerah kabupaten /kota disebut Bupati/wali kota, demikian menurut UUD pasal ?
a. UUD 1945 pasal 18 ayat (1)
b. UUD 1945 pasal 18 ayat (2)
c. UUD 1945 pasal 20 ayat (1)
d. UUD 1945 pasal 20 ayat (2)
e. UUD 1945 pasal 19 ayat (2)
76. Negara republik Indonesia Serikat dibagi atas negara-negara bagian. Termasuk diantaranya ?
a. Sumatera Timur
b. Negara Jawa Timur
c. Negara Pasundan
d. Negara Indonesia Timur
e.Semua Benar
77. Bangsa adalah suatu persatuan karakter atau peringai yang timbul karena persatuan nasib. Siapa yang memberikan pendapat tentang pengertian bangsa diatas ?
Ernest Renan
Bung Hatta
Bung Karno
Otto Bauer
Roger H. Soltau
78. Berapa kali UUD 1945 telah mengalami perubahan (amandemen) ?
a. Lima kali
b. Empat kali
c. Tiga kali
d. Dua kali
e. Enam kali
79. Sila ke 3 dari pancasila dilambangkan dengan..
a. kepala banteng
b. pohon beringin
c. padi dan kapas
d. gambar partai
e. rantai emas
80. Tahun berapa Pendidikan Kewarganegaraan dilahirkan?
a.Tahun 1973
b.Tahun 1945
c.Tahun 1985
d.Tahun 1972
e.Tahun 1999
81. System pendidikan nasional,ditegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan dimasukkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air adalah isi dari pasal?
a.pasal 37 (2) UU Nomor 20 Tahun 2000
b.Pasal 37 (2) UU Nomor 20 Tahun 2003
c.Pasal 28 UU Nomor 10 Tahun 2003
d.Pasal 35 UU Nomor 21 Tahun 1999
e.Pasal 23 UU Nomor 18 Tahun 2001
82. “Pendidikan Kewarganegaraan adalah pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis” merupakan pengertian menurut….
a.Merphin Panjaitan
b.Soedijarto
c.Azyumardi Azra
d.Zamroni
e.Djahiri
83. Pendidikan Kewarganegaraan ditujukan pada garapan akhir yaitu pembentukan warga Negara yang baik sesuai dengan jiwa dan nilai pancasila dan UUD 1945 merupakan penjelasan secara….
a.Secara Programatik
b.Secara umum
c.Secara khusus
d.Secara Akademik
e.Secara Kritis
84.Ada berapa atribut deskripsi kualitas kepribadian warga Negara yang baik menurut Stanley E.Dimond (1970)…
a.5
b.10
c.7
d.3
e.12
85.Tujuan civic education adalah partisipasi yang bermutu dan bertanggung jawab dalam kehidupan politik dan masyarakat baik tingkat local, Negara bagian maupun nasional adalah menurut?
a.ROBINSON (1967)
B.BRANSON (1999)
C.Djahiri (1995)
d.Sapriya (2001)
e.Cogan (1998)
86.Warga Negara yang terinformasi,hendaknya memiliki kualitas kepribadian beberapa hal sbb,yang paling benar adalah :
a.Memiliki mental dan fisik yang kuat
b.Memiliki pengetahuan dan kecakapan memecahkan masalah
c.memiliki skill ketrampilan yang cukup
d.Memiliki jenjang pendidikan yang tinggi
e.memiliki relasi yang banyak dalam suatu hubungan masyarakat
87.Warganegara yang mampu melaksanakan nilai demokrasi dan aktif dalam kehidupan masyarakat antara lain sbb,kecuali :
a.Meyakini akan asas persamaan dan kebebasan
b.Menumbuhkan kebanggaan nasional dan kerjasama internasioanl
c.pengembangan dan aplikasi prinsip demokrasi
d.Memiliki jiwa demokrasi yang tinggi dan menjadi kritisi yang baik kepada pemerintah
e.Memiliki perasaan kemanusian terhadap sesama warga Negara
88.UU Nomor berapa yang mengatur tujuan pendidikan kewarga negaraan di Indonesia yang mengacu terhadap tujuan pedidikan nasional ?
a.UU NO 20 tahun 2002
b.UU NO 20 tahun 2005
c.UU NO 20 tahun 2001
d.UU NO 20 tahun 2004
e.UU NO 20 tahun 2003
89. Embrio atau pusat materi pendidikan kewarganegaraan,adalah…….
a.hak dan kewajiban pribadi dan keluarga
b.hak dan kewajiban masyarakat dan lingkungan
c.hak dan kewajiban warganegara dan Negara
d.hak dan kewajiaban siswa dan guru
e.hak dan kewajiban dirisendiri saja
90.Yang dimaksud Paradigma dalam pendidikan kewarganegaraan adalah……
a. pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis
b. membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air
c.membuat warga negara untuk menjadi warganegara yang baik
d.kerangka berfikir sistimatis yang digunakan sebagai kerangka bertindak
e.nilai kebangsaan yang tinggi terhadap Negara.
91. Ada berapa Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan yang dideskripsikan secara singkat?
a.5
b.3
c.6
d.4
e.7
92. Perkembangan informasi dan globalisasi adalah sebuah realitas tak ada satu bangsa di dunia yang menolaknya dan bangsa tersebut harus memiliki….
a.kemampuan dan ketrampilan menjalin hubungan internasional
b.pendidikan berkomunikasi antar bangsa di dunia
c.toleransi antar umat beragama di dunia
d.kebudayaan yang dapat ditonjolkan dalam kehidupan global di dunia
e.kecermatan dan ketegaran kehidupan global dan dunia yang tidak kenal batas
93. Perguliran reformasi “total” tahun 1998,terfokus pada 4 agenda besar kecuali,
a.Demokratisasi
b.Supremasi hukum
c.penghormatan HAM
d.pembentukan masyarakat kesederajatan dalam format chivil society
e.perubahan pendidikan
94. Kata reformasi di Indonesia umumnya merujuk pada….
a.gerakan mahasiswa tahun 1998
b.kehidupan bangsa Indonesia
c.pemerintah
d.UUD 1945
e.pancasila
95. Suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya…..
a.pengaruh paham dari luar pemerintahan
b.suatu penyimpangan-penyimpangan dalam pemerintahan
c.tuntutan perubahan berbangsa
d.perubahan globalisasi dunia
e.kesenjangan ekonomi antar masyarakat.
96.Gerakan reformasi akan mengembalikan dasar serta system Negara demokrasi bahwa kedaulatan adalah ditangan rakyat,sebagaimana terkandung dalam UUD 1945 Pasal……..
a.pasal 2 ayat 1
b.pasal 1 ayat 3
c.pasal 2 ayat 3
d. Pasal 1 ayat 2
e.pasal 1 ayat 1
97. Dalam bentuk masyarakat Madani PKN salah satu mata pelajaran di sekolah dan dunia perguruan tinggi harus mampu menjadi….
a.menunjukkan bahwa pkn pelajaran yang penting di sekolah
b.pengawal dan karakter bangsa Indonesia yang selaras dengan dunia yang selalu berubah
c.pelengkap dari sekolah-sekolah yang berada di bawahnya
d.contoh bagi dunia pendidikan di Indonesia
e.pendorong agar sekolah dibawahnya menyukai pelajaran pkn
98. Praktik pelajaran Kewarganegaraan menggambarkan gerakan social budaya kewarganegaraan yang berbasis pada…
a.nilai-nilai sosial
b.nilai-nilai kemerdekaan
c.nilai-nilai pancasila
d.nilai-nilai UUD 1945
e.nilai-nilai ekonomi
99. Pendekatan pendidikan kewarganegaraan di bagi menjadi 4 kriteria konstitusi kecuali,
a.pendekatan yuridis
b.pendekatan structural fungsional
c.pendekatan sosial
d.pendekatan etika-moral
e.pendekatan psikologis-pendagogis.
100. System cultural berfungsi sebagai…
a.pencapaian tujuan kebudayaan yang sistematis
b.mempertahankan dan menstabilkan kultur agar tidak dipengaruhi dengan kebudayaan asing
c.penyeimbang kehidupan bermasyarakat
d.latensi untuk mempertahankan pola dan norma kehidupan
e.adaptasi dalam suatu kehidupan bermasyarakat.
100. Materi pkn hendaknya diberikan pada setiap jenjang pendidikan antara lain…
a.PAUD,TK,SD
b.jenjang pendidikan dasar,menengah,perguruan tinggi
c.D3,S1,S2
d.pendidikan dasar,pertama dan menengah
e.pendidikan dasar,menengah,bimbingan belajar
101. Generasi muda sudah tidak menyukai budaya tradisional bangsa, mereka lebih suka dengan budaya luar negeri. Kecintaannya semakin tergerus, ini termasuk krisis dalam bidang apa?
a.Krisis iptek
b.Krisis budaya
c.Krisis moral
d.Krisis ekonomi
e.Krisis politik
102. Pendidikan menurut Carter v Good (1997) adalah…..
a.pendidikan memberikan pengetahuan tentang peraturan Negara
b.pendidikan merupakan sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air
c.dengan pendidikan diharapkan rasa nasionalisme bisa tumbuh
d.proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan perilaku yang berlaku dalam masyarakatnya.
e.usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik lebih mampu mengembangkan diri.
103. Sistem pemerintahan yang memberikan kekuasaan yang besar kepada golongan bangsawan lebih mementingkan jabatan / pangkat dan tidak mementingkan prestasi kerja, di sebut sistem….
a.demokrasi
b.kolonialis
c.feodalistik
d.komunis
e.rekonsiliasi
104. Perbedaan perlakuan terhadap seorang ataupun sekelompok orang dalam suatu negara yang berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama dan lainnya, disebut juga…….
a.disintegrasi
b.diskriminasi
c.disorientasi
d.hegemoni
e.prestise
105. Apa yang di maksud dengan founding fathers ?
a. Pendiri Ibu Kota
b. Pendiri Kota
c. Pendiri Bangsa
d. Pendiri Provinsi
e. Pendiri Universitas
106. Apa tujuan Soekarno dengan yang lain memproklamasikan kemerdekaan Indonesia ?
a. Mengubah sistem feodalistik dan sistem kolonialis
b. Mengubah sistem modern dan sistem demokrasi
c. Mengubah sistem Kapitalisme
d. Mengubah sistem Demokrasi liberal
e. Mengubah sistem Imperalisme
107. Berikut contoh masalah yang sedang di hadapi bangsa kecuali….
a. Krisis Kepemimpinan
b. Becana Alam
c. Kemiskinan
d. Rendahnya sopan santun warga terhadap sesama
e. Korupsi
108. Berikut yang termasuk solusi permasalahan bangsa adalah ….
a. Saling menyalahkan antar pihak dalam negara
b. Menanamkan rasa cinta tanah air dan bela negara pada setiap individu
c. Tidak mengimbangi pendidikan kognitif dengan pendidikan karakter
d. Pemerintah tidak memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut serta dalam penegakan hukum
e. Pemerintah dan rakyat tidak membangun kerjasama dalam penegakan hukum
109. Ancaman disintegrasi kebangsaan terjadi di berbagai negara kecuali …..
a. Uni soviet
b. Afrika
c. Yugoslavia
d. Nigeria
e. Indonesia

120. Sistem apa saja yang ada pada Bagan pemahaman wawasan kebangsaan Talcott Persons?
Sistem budaya ,Sistem sosial , Sistem ekonomi , Sistem politik.
Sistem budaya ,Sistem sosial , Sistem ekonomi , Sistem Demokrasi.
Sistem budaya ,Sistem sosial , Sistem hukum , Sistem politik.
Sistem presidensial ,Sistem sosial , Sistem ekonomi , Sistem politik.
Sistem presidensial , Sistem hukum , Sistem ekonomi , Sistem demokrasi
121. Sebab utama kemiskinan yang ada pada bagan lingkaran setan adalah?
a. Tingkat investasi yang rendah
b. Tingkat pendapatan yang rendah
c. Tingkat kesehatan yang rendah
d. Tingkat pendapatan yang rendah
e. Tingkat tabungan yang rendah
122. Cara pandang warga negara mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah pngertian dari?
Wawasan kebangsaan
Wawasan politik
Wawasan demokrasi
Wawasan hokum
Wawasan HAM
123. Wawasan kebangsaan merupakan jiwa, cita-cita/falsafah hidup yang tidak lahir dengan sendirinya. Ia sesungguhnya merupakan hasil konstruksi dari realitas social dan politik (sosially and politically constructed). Oleh siapakah pendapat tersebut di kemukakan?
a. Talccot persons
b. Benedict Anderson
c. Mohammad Hatta
d. Sri – Edi swasono
e. Fauzi eridjal
125. Pentingnya pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan atau meningkatkan rasa……
a. Ketidak adilan d. Ketidak puasan
b. Kesenangan e. Egois
c. Persatuan dan kesatuan
126. Salah satu jenis kegiatan yang dapat menjadi alternative dalam pendidikan kewarganegaraan adalah ….
a. Karang taruna d. Bermain – main
b. Bersantai – santai e. Berolahraga
c. Rekreasi ke tempat hiburan

127. Salah satu jalur media masa yang dapat digunakan untuk pendidikan kewarganegaraan adalah ….
Buku d. Karangan
Pamphlet e. Semua benar
Tulisan
128. Pendidikan kewarganegaraan bisa dimulai dari jenjang pendidikan ….
a. Perguruan tinggi d. SD
b. SMA e. Fakultas
c. SMP
129. Untuk tingkat pendidikan TK, dapat dikenalkan dengan pendidikan kewarganegaraan dengan cara ….
a. Mengenalkan tentang lagu kebangsaan dan lagu – lagu nasional serta daerah
b. Belajar tentang hukum
c. Menghafalkan UUD
d. Menghaflkan pasl – pasal
e. Melakukan kegiatan kemahasiswaan
130. Di bawah ini merupakan cara-cara sosialisasi tentang pendidikan kewarganegaraan, kecuali……
a. Jalur pendidikan
b. Jalur modern
c. Jalur organisasi kepemudaan
d. Jalur Pesantren
e. Jalur media massa
131. Dengan di ajarkannnya Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan akan tumbuh sikap yang…..
a. Buruk, individualistik
b. Tidak mencerminkan sikap patuh dengan Undang-Undang
c. Pasif, dinamis
d. Baik, penuh rasa tanggung jawab, berbudi pekerti luhur
e. Pasif, sadar akan bela negara
132. Berikut dibawah ini merupakan perilaku yang mencerminkan Pendidikan Kewarganegaraan, kecuali…….
a. Beriman kepada Tuhan YME
b. Berbudi Pekerti luhur
c. Rasional, dinamis dan sadar akan hak dan Kewajibaan sebagai warga negara
d. Bersifat professional yang di jiwai kesadaran Bela Negara
e. Pasif memanfaatkan IPTEK untuk kebutuhan pribadi
133. Salah satu sikap mencerminkan Pendidikan Kewarganegaraan yaitu sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Di bawah ini yang merupakan hak sebagaai warga negara adalah, kecuali………
a. Hak veto
b. Hak mendapat perlindungan hukum
c. Hak kebebasan beragama
d. Hak untuk kemerdekaan
e. Hak untuk mendapatkan Pendidikan
134. Salah satu sikap mencerminkan Pendidikan Kewarganegaraan yaitu sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Di bawah ini yang merupakan kewajiban sebagaai warga negara adalah, kecuali…..
a. Melaksanaakan aturan hukum
b. Bertindak semaunya sendiri
c. Membayar pajak
d. Mengahargai hak orang lain
e. Menjadi saksi di pengadilan
135. Sejak kapan Hak Asasi manusia melekat pada diri manusia ?
a. Sejak dalam kandungan
b. Setelah meninggal
c. Sejak lahir
d. Sejak manusia sadar jatidirinya
e. Sejak lahir setelah dikandung

II. Soal Uraian :
1. Jelaskan pengertian Demokrasi !
2. Apa perbedaan antara Warga Negara dan Penduduk.
3. Sebutkan tiga tonggak sejarah HAM di dunia.!
4. Apa perbedaan asas kewarganegaraan Ius Solli dan Ius Sanguinis.?
5. Sebutkan hak dan kewajiban WNI menurut UUD 1945.!
6. Jelaskan fungsi wawasan Nusantara bagi persatuan bangsa.
7. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, jelaskan.!
8. Apa perbedaan idiologi terbuka dan tertutup,? Pancasila termasuk yang mana?
9. Meliputi apa saja ketahaanan nasional suatu bangsa, uraikan.!

ETS ISBD STIE DEWANTARA 2015

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
(STIE PGRI DEWANTARA JOMBANG )

EVALUASI TENGAH SEMESTER GENAP 2014/2015

MATA KULIAH : ISBD
PRODI/Angkatan : S1 Manajemen & Akutansi 2014
HAR / TANGGAL : April 2015
WAKTU : Takehome (dikumpulkan sesuai jadwal)
DOSEN PEMBINA : Dr. Firman S, M.Pd.
Sifat : TAKE HOME

A. SOAL PILIHAN GANDA
Pilihlah satu jawaban yang paling benar

1. Apabila kehidupan yang normal terganggu sehingga perlu ditertibkan hal ini disebut….
a. problem sosial
b. kontak sosial
c. disorganisasi sosial
d. komunikasi sosial
e. betul semua
2. Perumbuhan kebudayaan tidak selalu sama cepatntnya, tetapi ada bagian-bagian yang lambat terutama antatra kebudayaan material dan non material disebut…….
a. lag cultural
b. diffusi cultural
c. cultural lag
d. problem cultural
e. benar semua
3. Timbulnya solidaritas in group dan retaknya persatuan kelompok adalah………..
a. Akibat- akibat conflik
b. bentuk-bentuk conflik
c. akar-akar konflik
d. bentuk-bentuk akomodasi
e. bentuk-bentuk kerjasama
4. Perkembangan individu manusia Indonesia yang diharapkan adalah…..
a. berkarakter/ berkepribadian indonesia
b. mampu berinteraksi sosial
c. berketuhanan yang didasari iman dan taqwa
d. a dan b benar
e. a,b,c benar
5. Masyarakat desa adalah suatu masyarakat yang pada dasarnya terikat pada tanah (rural) dalam hubungan ekologis baik menurut mentalitas dan gaya hidupnya. Pengertian tersebut menurut…………
a. Kuncoroningrat
b. Mayor Polak
c. Sanapiah Faisal
d. W.F Ogburn
e. Clifford Greetz
6. Ketidakpuasan terhadap situasi yang ada dan adanya pengetahuan tentang adanya perbedaan antara situasi yang ada dan yang seharusnya adalah merupakan kekuatan yang mempengaruhi perubahan sebagai ……………
a. kekuatanpengganggu
b. kekuatan bertahan
c. kekuatan pendorong
d. perintis (inovator)
e. pelopor
7. Berikut ini merupakan masalah-masalah yang dapat kita temui di desa kecuali
a. kualitas gizi makanan rata-rata penduduk yang rendah
b. pemilikan lahan pertanian tidak merata
c. produktifitas dan daya saing rendah
d. tidak efisiennya usaha-usaha pertanian
e. sumberdaya alam yang relatif produktif
8. Kebudayaan adalah kompleksitas yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat adalah definisi dari………
a. Ki Hadjar Dewantara
b. Kuncoroningrat
c. Ralph Linton
d. E.B Tylor
e. Soerjono Soekanto
f. W.F Ogburn
9. Kebudayan telah ada lebih dahulu mendahului lahirnya generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi tersebut. Penegasan ini merupakan……….
a. sifat hakekat kebudayaan
b. fungsi kebudayaan
c. faktor lahirnya kebudayaan
d. faktor pengaruh kebudayaan
e. makna dari kebudayaan
10. Kelompok sosial adalah himpunan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antar sesama dengan persyaratan sebagai berikut kecuali……….
a. sadar akan kepentingan kelompok
b. adanya hubungan timbal balik
c. bersifat gemeinschap
d. faktor kebersamaan
e. berstruktur/berkaidah
11. Berikut ini yang bukan termasuk kelompok sosial yang teratur adalah…….
a. kelompok primer
b. paguyuban
c. formal
d. kerumunan
e. kelompok okupasional
12. Pilih jawaban yang paling benar dari pernyataan ini.! Keluarga yang terdiri dari suami, isteri, dan anak disebut :
a. Extended family
b. Nuclear family
c. Marga
d. Suku
e. Kerabat
13. Manusia mempunyai keinginan hidup bersama dengan manusia lain, keinginan itu disebabkan adanya……
a. Keinginan menguasai orang lain
b. Keinginan mendapatkan keuntungan pribadi
c. Perasaan saling ketergantungan
d. Jawaban a dan b benar
e. Jawaban b dan c benar.
14. Dalam kelompok gessellschaft (patembayan) kekeraban antar anggota kelompok longgar. Hali ini menimbulkan sifat kelompok ini…….
a. Kompetitif
b. Pragmatis
c. Persuasive
d. Realistis
e. Idealistis
15. Adakalanya terjadi dalam pemilihan umum orang orang memilih partai berdasarkan agama, missal orang Islam memilih partai Islam dan orang Kristen memilih partai Kristen. Pilihan ini timbul sebagai perwujudan semangat kelompok yang diikat oleh kepentingan…….
a. Praktis
b. Politis
c. Ekonomis
d. Oportunis
e. Idiologis
16. Suatu ketika anda bertengkar dengan keluarga dalam masalah pilihan pendidikan, pertengkaran tersebut mencerminkan terjadinya :
a. Interrelasi
b. Interaksi
c. Interdependensi
d. Komunikasi
e. Mediasi
17. Tingkah laku yang mencerminkan hubungan social yang didasari suatu prinsip yang dianggap tujuan sangat ideal oleh pelakunya. Prinsip tersebut dinamakan..
a. Social relation
b. Social communication
c. Social structure
d. Institusion relation
e. Institution communication
18. Kebudayaan adalah segala hasil cipta, rasa, dan karsa manusia, pengertian ini bersal dari :
a. E B. Taylor
b. C. kluckhohn
c. Ki Hajar Dewantara
d. Harsojo
e. Koentjoroningrat

B. SOAL URAIAN

1. Jelaskan Kedudukan manusia sebagai mahluk : Biologis, Psycologis, Sosiologis, dan Spritual.!
2. Akibat berkembangnya Globalisasi, modernisasi dan ilmu pengetahuan menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap kehidupan sosial budaya dan masyarakat, sebutkan dua dampak tsb.
3. Sebutkan empat norma sosial dan apa perbedaanya.!
4. Apa perbedaan ascribed status dengan achieved status.
5. Beri tiga contoh kaitan sosial budaya dalam bidang ekonomi.!
6. Asimilasi dan Akulturasi merupakan perubahan sosial dan kebudayaan, jelaskan.
7. Sebutkan empat bentuk interaksi sosial.!

TT 3 PKR UT

TUGAS TUTORIAL III

Nama Mata Kuliah : Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR)
Pokok Bahasan : 1. Penyusunan Rencana PKR
2. Evaluasi Program Pembelajaran Kelas Rangkap

Tutor Pengembang Soal : Dr. Firman, M.Pd
Masa Tutorial : 2015.3
No. Soal : 1, 2 , 3, 4 , 5
Skor Maksimal : 50
Jenis Tugas : Penguasaan Konsep/Unjuk Kerja *)

Kompetensi Khusus:
1. Mahasiswa dapat menyusun Rencana Pembelajaran Kelas Rangkap (RPPKR)
2. Mahasiswa dapat menerapkan evaluasi program pembelajaran kelas rangkap
3. Mahasiswa dapat menerapkan keterampilan mengajar khusus dalam PKR.
Pertanyaan:

1. Bruce Joyce dan Marsha Weil membagi tujuan pembelajaran menjadi dua sebutkan
dan jelaskan .!
2. Untuk dapat melakukan pemilihan materi yang memadai perlu memperhatikan 5 sayarat-
Sebutkan dan jelaskan !
3. Jawablah soal latihan pada modul halaman 5.54. yang terdiri dua pertanyaan.!
4. Buatlah 1 RPP kelas rangkap (takehome)
5. Apa makna mengajar kelompok kecil dan perseorangan, dan apa keuntungannya.!

*) pilih salah satu
Jombang, April 2015
Tutor,
Dr.Firman, M.Pd.

ARTI & SEJARAH MULTIKULTURALISME

ARTI DAN SEJARAH MULTIKULTURALISME
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latarbelakang
Pengertian multikulturalisme, “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.
Dalam hal ini, multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan. Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosial-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana setiap pulau tersebut dihuni olehsekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat.
Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam. Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme dimasyarakat. Misalkan mengenai kekerasan keagamaan.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apa definisi dari mulkulturalisme?
2) Bagaimana sejarah mulkulturalisme?
3) Apa saja jenis-jenis mulkulturalisme?
4) Bagaimana multikulturalisme di Indonesia?
5) Bagaimana perkembangan masyarakat Indonesia yang multikultural?
1.1 Tujuan Penulisan
1) Menjelaskan definisi dari multikulturalisme.
2) Menjelaskan sejarah dari multikulturalisme.
3) Menjelaskan jenis-jenis multikulturalisme.
4) Menjelaskan bagaimana multikulturalisme di Indonesia.
5) Menjelaskan perkembangan masyarakat Indonesia yang multikultural.

1.2 Manfaat Penulisan
1) Mengetahui definisi dari multikulturalisme.
2) Mengetahui sejarah dari multikulturalisme.
3) Mengetahui jenis-jenis multikulturalisme.
4) Mengetahui jalannya multikulturalisme di Indonesia.
5) Mengetahui perkembangan masyarakat Indonesia yang multikultural.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Multikulturalisme
Multikulturalisme berhubungan dengan kebudayaan dan kemungkinan konsepnya dibatasi dengan muatan nilai atau memiliki kepentingan tertentu.
• “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007)
• Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan (“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices”; Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra, 2007).
• Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain (Lawrence Blum, dikutip Lubis, 2006:174)
• Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan, 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000)
• Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar).
2.2 Sejarah Multikulturalisme
Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa (nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah ‘monokultural’ juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud (pre-existing homogeneity). Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru.
Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris (English-speaking countries), yang dimulai di Afrika pada tahun 1999. Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropa, sebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit. Namun beberapa tahun belakangan, sejumlah negara Eropa, terutama Inggris dan Perancis, mulai mengubah kebijakan mereka ke arah kebijakan multikulturalisme. Pengubahan kebijakan tersebut juga mulai menjadi subyek debat di Britania Raya dam Jerman, dan beberapa negara lainnya?
2.3 Jenis Multikulturalisme
Berbagaimacam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh):
1. Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
2. Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
3. Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
4. Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.
5. Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.
2.4 Multikulturalisme di Indonesia
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.
Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
Dari sinilah muncul istilah multikulturalisme. Banyak definisi mengenai multikulturalisme, diantaranya multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia -yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan- yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007). Lawrence Blum mengungkapkan bahwa multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat ddisimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain. Setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Apapun bentuk suatu kebudayaan harus dapat diterima oleh setiap orang tanpa membeda-bedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.
Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.
Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena: 1. Letak geografis indonesia 2. perkawinan campur 3. iklim

2.5 Perkembangan masyarakat Indonesia yang multikultural

A. Kelompok Sosial Berdasarkan Ras
Pola pergaulan di Indonesia tidak mengenal adanya rasialisme atau superioritas satu ras di atas ras lainnya, walaupun terdapat beberapa kelompok ras yang jumlahnya lebih banyak dari kelompok ras lainnya. Namun, hal ini tidak berarti ras tersebut ditempatkan secara istimewa atau dianggap lebih unggul yang akhirnya mengarah pada sikap rasialis yang bertentangan dengan konspesi masyarakat majemuk.

B. Kelompok Sosial Berdasarkan Bahasa
Setelah melalui proses panjang, akhirnya individu maupun kelompok yang memiliki perbedaan-perbedaan tadi ternyata mampu menghasilkan suatu persamaan yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai, yaitu bahasa Indonesia. Hal ini dapat terjadi karena bahasa-bahasa suku yang mereka miliki berasal dari satu rumun, yaitu kelurga bahasa Austronesia. Jadi, mereka dapat cukup mudah saling menerima dan mempelajari bahasa suku bangsa lainnya dan menerima serta mempelajari bahasa baru seperti bahasa Indonesia.

C. Kelompok Sosial Berdasarkan Suku Bangsa
Di Indonesia terdapat sekitar 300 suku bangsa dan menggunakan kurang lebih 250 bahasa daerah. Masing-masing suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, yang tercermin pada pola dan gaya hidup mereka masing-masing.

M.A Jaspan menyatakan bahwa masyarakat Indonesia terdiri atas 366 suku bangsa. Pernyataan ini menggunakan patokan atau kriteria yang didasarkan pada bahasa, daerah, kebudayaan dan susunan masyarakatnya.

D. Kelompok Sosial Berdasarkan Perbedaan Agama
Masyarakat Indonesia terbagi menjadi beberapa kelompok sosial yang diikat oleh unsur-unsur religi. Sedikitnya terdapat lima kelompok religi yang jumlah anggotanya cukup besar, yaitu Islam, Katolik, Protestan, Buddha dan Hindu. Yang paling besar adalah kelompok muslim, mencapai 90% dari jumlah penduduk di Indonesia. Selain itu, masih terdapat kelompok masyarakat yang menganut kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesi, kebebasan beragama sesuai dengan keyakinan agamanya masing-masing dijamin oleh negara.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang memiliki struktrur yang bersifat majemuk. Melihat masyarakat Indonesia dan kompleks kebudayaan masing-masing bersifat plural (jamak) sekaligus juga hetrogen (aneka ragam). Pluralitas sebagai kontraposisi dari simularitas menimbulkan adanya situasi yang terdiri dari kejamakan bukan ketunggalan. Artinya, dalam masyarakat Indonesia dapat dijumpai berbagai sub-kelompok masyarakat yang tidak bisa disatu kelompokan satu dengan yang lainnya. Tidak kurang dari 500 suku bangsa di Indonesia menegaskan kenyataan itu. Demikian pula dengan kebudayaan mereka. Heterogenitas yang merupakan kontraposisi dari homogenitas mengindikasikan suatu kualitas dari keadaan yang menyimpan ketidaksamaan dalam unsur-unsurnya. Artinya, masing-masing sub kelompok masyarakat itu berserta kebudayaannya benar-benar berbeda satu dari yang lainnya tapi masih dalam satu NKRI.
Semua yang kita lakukan pasti ada manfaatnya begitu juga dalam memahami multikulturalisme, kita menjadi sadar akan pentingnya menjaga kesatuan dalam NKRI dimana semua rakyatnya adalah berasal dari berbagai macam suku, ras, golongan dan agama yang berbeda-beda, dan mencapai sebuah kebahagiaan dalam hidup dengan menjalin hubungan yang harmonis antar sesama rakyat NKRI.

3.2 Saran
Disarankan setelah membaca makalah ini dan memahaminya agar diaplikasikan ilmu dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sikap saling mengerti dan menghargai sesama manusia lebih baik dan kesatuan NKRI bisa lebih baik lagi kedepannya. Amiin.
DAFTAR PUSTAKA
Sunarto, dkk. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi. Semarang: UNNES PRESS.
Handoyo, Eko, dkk. 2007. Studi Masyarakat Indonesia. Semarang: Fakultas Ilmu Sosial UNNES.
http://poerna1.wordpress.com/2009/12/08/dampak-dan-solusi-multikulturalisme-di-indonesia/

Multikulturalisme

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai MULTIKULTURAL BANGSA.

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan 4
1.2 Maksud dan Tujuan 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Multikulturalisme 5
2.2 Multikulturalisme vs Bhneka Tunggal Ika 6
2.3 Multikulturalisme di Indonesia 7
2.4 Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural 8
2.5 Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Masyarakat Multikultural 10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 14
3.2 Saran 14
DAFTAR PUSTAKA 15

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat. Dalam arti ini keberagaman bukan sekedar keberagaman suku, ras, ataupun agama, melainkan keberagaman bentuk-bentuk kehidupan, termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok subkultur, seperti gay-lesbian, para pecinta prangko, punk, suckerhead, dan lainnya. Argumen inti multikulturalisme adalah, bahwa setiap bentuk kehidupan memiliki nilai yang berharga pada dirinya sendiri. Maka setiap bentuk kehidupan layak untuk hidup dan berkembang seturut dengan pandangan dunianya, namun tetap dalam koridor hukum legal yang berlaku (bukan hukum moral). (Taylor, 1994)

1.2. Maksud dan Tujuan
1.2.1. Maksud :
Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk menjelaskan tentang multikulturalisme budaya yang ada di sekitar kita dan juga sebagai wawasan dan pengetahuan lebih kepada pembaca.

1.2.2. Tujuan :
Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai tugas dari mata kuliah PKN dan untuk bahan pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Multikulturalisme
Multikulturalisme adalah berhubungan dengan kebudayaan dan kemungkinan konsepnya dibatasi dengan muatan nilai atau memiliki kepentingan tertentu. Secara etimologis, multikultural berasal dari kata multi, yang artinya banyak/beragam dan kultural, yang berartikan budaya. Keragaman budaya, itulah arti dari multikultural. Keragaman budaya mengindikasikan bahwa terdapat berbagai macam budaya yang memiliki ciri khas tersendiri, yang saling berbeda dan dapat dibedakan satu sama lain. Paham atau ideology mengenai multikultural disebut dengan multikulturalisme.“Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat,Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan, Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain, Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan.
Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.
MultikulturaldapatterjadidiIndonesia karena:
1. Letak geografis indonesia
2. Perkawinan campur
3. Iklim

2.2. Multikulturalisme vs Bhineka Tunggal Ika
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam komunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan. Multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia pada dasarnya merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana setiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Hal ini menyebabkan keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat, hal ini terjadi karena kebanyakan masyarakat Indonesia belum memahami apa itu konsep multikulturalisme dan tiap sukunya memiliki identitas diri yang sangat kuat. Hal ini menyebabkan tiap suku saling mempertahankan budayanya sendiri dan membentuk perisai bagi suku lain sehingga kurang terbentuknya ikatan sosial antar suku yang satu dengan suku yang lain. Sebagai contoh, orang Aceh yang tinggal di pulau Jawa kemudian menjadi pengusaha sukses akan cenderung memilih dan menerima pegawai yang merupakan orang Aceh walaupun ketrampilannya kurang (jauh di bawah) orang Jawa yang juga melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.
Fenomena tersebut terjadi karena sesama masyarakat Aceh memiliki ikatan/ hubungan emosional yang sangat kuat serta kecenderungan untuk mempertahankan identitas yang tinggi. Hal seperti inilah yang membuat masyarakat Indonesia mudah dipecah belah, mudah diadu domba, mudah di rusak, karena pada diri setiap masyarakat Indonesia belum memiliki rasa identitas yang kuat sebagai masyarakat indonesia, belum memiliki kedekatan/ikatan emosional dengan sesama masyarakat indonesia. Mereka hanya memiliki identitas yang kuat dan ikatan emosional antar sesama suku mereka (misal antar orang Jawa dengan orang Jawa), bukan antar suku Jawa dengan suku lainnya. Dari fenomena ini terlihat bahwa dari berbagai macam suku yang ada di Indonesia, ternyata beberapa masyarakat dari tiap sukunya belum dapat memahami, menerima, dan menghargai suku lainnya yang berbeda darinya. Padahal mereka berada dalam satu nama, satu wilayah, satu bangsa, satu bahasa, yaitu Indonesia.
Dari penjelasan diatas maka dapat saya simpulkan bahwa memahami multikulturalisme itu sangatlah penting. Selain kita dapat memahami, menerima dan menghargai keragaman budaya yang ada, kita juga dapat memperkuat ikatan emosional antar suku dari budaya yang berbeda. Dengan menerima adanya keragaman budaya, kita tidak lagi memandang perbedaan budaya menjadi sesuatu yang ‘berbeda’ melainkan menjadikan perbedaan tersebut sebagai keragaman untuk memperkaya budaya.

2.3.Multikulturalisme di Indonesia
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.
Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
Dari sinilah muncul istilah multikulturalisme. Banyak definisi mengenai multikulturalisme, diantaranya multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia -yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan- yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007). Lawrence Blum mengungkapkan bahwa multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat ddisimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain. Setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Apapun bentuk suatu kebudayaan harus dapat diterima oleh setiap orang tanpa membeda-bedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.
Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.
Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena:
1. Letak geografis indonesia
2. Perkawinan campur
3. Iklim

2.4. Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural
Pernahkah kamu mendengar istilah multikultural? Istilah multicultural akhir-akhir ini mulai diperbincangkan di berbagai kalangan berkenaan dengan merebaknya konflik etnis di negara ini. Multikultural yang dimiliki Indonesia dianggap faktor utama terjadinya konflik. Konflik berbau sara yaitu suku, agama, ras, dan antargolongan yang terjadi di Aceh, Ambon, Papua, Kupang, Maluku dan berbagai daerah lainnya adalah realitas yang dapat mengancam integrasi bangsa di satu sisi dan membutuhkan solusi konkret dalam penyelesaiannya di sisi lain. Hingga muncullah konsep multikulturalisme. Multikulturalisme dijadikan sebagai acuan utama terbentuknya masyarakat multikultural yang damai. Lantas, apa itu multikultural dan multikulturalisme?
Masyarakat Multikultural
Menurut C.W. Watson (1998) dalam bukunya Multiculturalism, membicarakan masyarakat multikultural adalah membicarakan tentang masyarakat negara, bangsa, daerah, bahkan lokasi geografis terbatas seperti kota atau sekolah, yang terdiri atas orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dalam kesederajatan. Pada hakikatnya masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-masing mempunyai struktur budaya (culture) yang berbeda-beda. Dalam hal ini masyarakat multikultural tidak bersifat homogen, namun memiliki karakteristik heterogen di mana pola hubungan sosial antarindividu di masyarakat bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai (peace co-exixtence) satu sama lain dengan perbedaan yang melekat pada tiap etnisitas sosial dan politiknya. Oleh karena itu, dalam sebuah masyarakat multikultural sangat mungkin terjadi konflik vertikal dan horizontal yang dapat menghancurkan masyarakat tersebut. Sebagai contoh, pertikaian yang melibatkan sentimen etnis, ras, golongan dan juga agama terjadi di berbagai negara mulai dari Yugoslavia, Cekoslavia, Zaire hingga Rwanda, dari bekas Uni Soviet sampai Sudan, dari Sri Lanka, India hingga Indonesia.
Indonesia merupakan masyarakat multikultural. Hal ini terbukti di Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang masing-masing mempunyai struktur budaya yang berbedabeda. Perbedaan ini dapat dilihat dari perbedaan bahasa, adat istiadat, religi, tipe kesenian, dan lain-lain. Pada dasarnya suatu masyarakat dikatakan multicultural jika dalam masyarakat tersebut memiliki keanekaragaman dan perbedaan. Keragaman dan perbedaan yang dimaksud antara lain, keragaman struktur budaya yang berakar pada perbedaan standar nilai yang berbeda-beda, keragaman ras, suku, dan agama, keragaman ciri-ciri fisik seperti warna kulit, rambut, raut muka, postur tubuh, dan lain-lain, serta keragaman kelompok sosial dalam masyarakat.
Sikap yang Harus Dihindari Untuk membangun masyarakat multikultural yang rukun dan bersatu, ada beberapa nilai yang harus dihindari, yaitu:

1. Primordialisme artinya perasaan kesukuan yang berlebihan. Menganggap suku bangsanya sendiri yang paling unggul, maju, dan baik. Sikap ini tidak baik untuk dikembangkan di masyarakat yang multicultural seperti Indonesia. Apabila sikap ini ada dalam diri warga suatu bangsa, maka kecil kemungkinan mereka untuk bisa menerima keberadaan suku bangsa yang lain.
2. Etnosentrisme artinya sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaannya sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaanyang lain. Indonesia bisa maju dengan bekal kebersamaan, sebab tanpa itu yang muncul adalah disintegrasi sosial. Apabila sikap dan pandangan ini dibiarkan maka akan memunculkan provinsialisme yaitu paham atau gerakan yang bersifat kedaerahan dan eksklusivisme yaitu paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat.
3. Diskriminatif adalah sikap yang membeda-bedakan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku bangsa, ekonomi, agama, dan lain-lain. Sikap ini sangat berbahaya untuk dikembangkan karena bisa memicu munculnya antipati terhadap sesame warga negara.
4. Stereotip adalah konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Indonesia memang memiliki keragaman suku bangsa dan masing-masing suku bangsa memiliki cirri khas. Tidak tepat apabila perbedaan itu kita besar-besarkan hingga membentuk sebuah kebencian

Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan. Dalam multikulturalisme, sebuah masyarakat (termasuk juga masyarakat Indonesia) dilihat sebagai sebuah kebudayaan yang berlaku umum dalam masyarakat tersebut yang coraknya seperti sebuah mozaik. Di dalam mozaik tercakup semua kebudayaan dari masing-masing suku bangsa yang sangat jelas dan belum tercampur oleh warna budaya lain membentuk masyarakat yang lebih besar.Ide multikulturalisme menurut Taylor merupakan suatu gagasan untuk mengatur keberagaman dengan prinsip-prinsip dasar pengakuan akan keberagaman itu sendiri (politics of recognition).

2.5. Faktor-Faktor PenyebabTimbulnya Masyarakat Multikultural
Pada dasarnya semua bangsa di dunia bersifat multikultural. Adanya masyarakat multikultural memberikan nilai tambah bagi bangsa tersebut. Keragaman ras, etnis, suku, ataupun agama menjadi karakteristik tersendiri, sebagaimana bangsa Indonesia yang unik dan rumit karena kemajemukan suku bangsa, agama, bangsa, maupun ras. Masyarakat multikultural Indonesia adalah sebuah masyarakat yang berdasarkan pada ideologi multikulturalisme atau Bhinneka Tunggal Ika yang multikultural, yang melandasi corak struktur masyarakat Indonesia pada tingkat nasional dan lokal. Berkaca dari masyarakat multikultural bangsa Indonesia, kita akan mempelajari penyebab terbentuknya masyarakatmultikultural.Cobalah perhatikan peta Indonesia! Setelah melihatnya apa yang ada dalam benakmu? Terlihat Indonesia, sebagai sebuah negara yang kaya akan khazanah budaya. Beribu-ribu pulau berjajar dari ujung barat sampai ujung timur, mulai dari Sumatra hingga Papua. Setiap pulau memiliki suku bangsa, etnis, agama, dan ras masing-masing. Keadaan inilah yang menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat multikultural. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bisa jadi merupakan sebuah ”monumen” betapa bangsa yang mendiami wilayah dari Sabang sampai Merauke ini memang merupakan bangsa yang majemuk, plural, dan beragam. Majemuk artinya terdiri atas beberapa bagian yang merupakan kesatuan, plural artinya lebih dari satu, sedangkan beragam artinya berwarna-warni. Bisa kamu bayangkan bagaimana wujud bangsa Indonesia. Mungkin dapat diibaratkan sebagai sebuah pelangi. Pelangi itu akan kelihatan indah apabila beragam unsur warnanya bisa bersatu begitu pula dengan bangsa kita. Indonesia akan menjadi bangsa yang damai dan sejahtera apabila suku bangsa dan semua unsure kebudayaannya mau bertenggang rasa membentuk satu kesatuan. Kita mencita-citakan keanekaragaman suku bangsa dan perbedaan kebudayaan bukan menjadi penghambat tetapi perekat tercapainyapersatuan Indonesia.
Namun, kenyataan membuktikan bahwa tidak selamanya keanekaragaman budaya dan masyarakat itu bisa menjadikannya pelangi. Keanekaragaman budaya dan masyarakat dianggap pendorong utama munculnya persoalan-persoalan baru bagi bangsa Indonesia. Contoh keanekaragaman yang berpotensi menimbulkan permasalahan baru sebagai berikut:
1. Keanekaragaman Suku Bangsa
Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa banyaknya. Yang menjadi sebab adalah keberadaan ratusan suku bangsa yang hidupdan berkembang di berbagai tempat di wilayah Indonesia. Kita bisa membayangkan apa jadinya apabila masing-masing suku bangsa itu mempunyai karakter, adat istiadat, bahasa, kebiasaan, dan lain-lain. Kompleksitas nilai, norma, dan kebiasaan itu bagi warga suku bangsa yang bersangkutan mungkin tidak menjadi masalah. Permasalahan baru muncul ketika suku bangsa itu harus berinteraksi sosial dengan suku bangsa yang lain. Konkretnya, apa yang akan terjadi denganmu saat harus bertemu dan berkomunikasi dengan temanmu yang berasal dari suku bangsa yang lain?
2. Keanekaragaman Agama
Letak kepulauan Nusantara pada posisi silang di antara dua samudra dan dua benua, jelas mempunyai pengaruh yang penting bagi munculnya keanekaragaman masyarakat dan budaya. Dengan didukung oleh potensi sumber alam yang melimpah, maka Indonesia menjadi sasaran pelayaran dan perdagangan dunia. Apalagi di dalamnya telah terbentuk jaringan perdagangan dan pelayaran antarpulau. Dampak interaksi dengan bangsa-bangsa lain itu adalah masuknya beragam bentuk pengaruh agama dan kebudayaan. Selain melakukan aktivitas perdagangan, para saudagar Islam, Hindu, Buddha, juga membawa dan menyebarkan ajaran agamanya. Apalagi setelah bangsa Barat juga masuk dan terlibat di dalamnya. Agama-agama besar pun muncul dan berkembang di Indonesia, dengan jumlah penganut yang berbeda-beda. Kerukunan antarumat beragama menjadi idam-idaman hampir semua orang, karena tidak satu agama pun yang mengajarkan permusuhan. Tetapi, mengapa juga tidak jarang terjadi konflik atas nama agama?
3. Keanekaragaman Ras
Salah satu dampak terbukanya letak geografis Indonesia, banyak bangsa luar yang bisa masuk dan berinteraksi dengan bangsa Indonesia. Misalnya, keturunan Arab, India, Persia, Cina, Hadramaut, dan lain-lain. Dengan sejarah, kita bisa merunut bagaimana asal usulnya.Bangsa-bangsa asing itu tidak saja hidup dan tinggal di Indonesia, tetapi juga mampu berkembang secara turun-temurun membentuk golongan sosial dalam masyarakat kita. Mereka saling berinteraksi dengan penduduk pribumi dari waktu ke waktu. Bahkan ada di antaranya yang mampu mendominasi kehidupan perekonomian nasional. Misalnya, keturunan Cina. Permasalahannya, mengapa sering terjadi konflik dengan orang pribumi?
Dari keterangan-keterangan tersebut terlihat bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai kelompok etnis, agama, budaya yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Berkaitan dengan perbedaan identitas dan konflik sosial muncul tiga kelompok sudut pandang yang berkembang, yaitu:
1. Pandangan Primordialisme
Kelompok ini menganggap perbedaan-perbedaan yang berasal dari genetika seperti suku, ras, agama merupakan sumber utama lahirnya benturan-benturan kepentingan etnis maupun budaya.

2. Pandangan Kaum Instrumentalisme
Menurut mereka, suku, agama, dan identitas yang lain dianggap sebagai alat yang digunakan individu atau kelompok untuk mengejar tujuan yang lebih besar baik dalam bentuk materiil maupun nonmateriil.
3. Pandangan Kaum Konstruktivisme
Kelompok ini beranggapan bahwa identitas kelompok tidak bersifat kaku, sebagaimana yang dibayangkan kaum primordialis. Etnisitas bagi kelompok ini dapat diolah hingga membentuk jaringan relasi pergaulan sosial. Oleh karena itu, etnisitas merupakan sumber kekayaan hakiki yang dimiliki manusia untuk saling mengenal dan memperkaya budaya. Bagi mereka persamaan adalah anugerah dan perbedaan adalah berkah.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Pada masalah ini kami memberikan beberapa definisi tentang multikulturalisme dan beberapa modul tentang multikulturalisme. Dan beberapa kasus yang menyangkut tentang makalah ini yaitu tentang multikulturalisme berkaitan dengan perbedaan identitas dan konflik sosial.

3.2. Saran
Dalam penulisan makalah ini tentunya masih banyak terdapat kekurangan, baik dari segi penulisan, penggunaan kata-kata mau pun tatabahasa yang penulis tuliskan dalam makalah ini.Maka dari itulah penulis berharap kepada pembaca agar sudikiranya memeberikritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme
http://mohkusnarto.wordpress.com/masyarakat-multikulturalisme/
Pratama,Putra. (2008). Makalah Multikulturalisme. http://my.opera.com/Putra%20Pratama/blog/show.dml/2743875. Diakses tanggal 24 desember 2012

Sumber : http://m-actim.blogspot.com/2013/12/makalah-multikulturalisme.html

Kebudayaan dan Peradaban

KEBUDAYAAN DAN PERADABAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah mahluk Tuhan yang paling sempurna yang dibekali dengan akal, jasmani (fisik) dan rohani. Dengan akalnya manusia dituntut untuk berfikir untuk menciptakan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Melalui jasmaninya (fisiknya) manusia dituntut untuk menggunakan fisik / jasmaninya melakukan sesuatu yang sesuai dengan fungsinya dan tidak bertentangan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Dan dengan rohaninya manusia dituntut untuk senantiasa beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Antara manusia dan peradaban mempunyai hubungan yang sangat erat karena diantara keduanya saling mendukung untuk menciptakan suatu kehidupan yang sesuai kodratnya. Suatu peradaban timbul karena ada yang menciptakannya yaitu diantaranya ada faktor manusianya yang melaksanakan peradaban tersebut.
Suatu peradaban mempunyai wujud, tahapan dan dapat berevolusi / berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Dari peradaban pula dapat mengakibatkan suatu perubahan pada kehidupan sosial. Perubahan ini dapat diakibatkan karena pengaruh modernisasi yang terjadi di masyarakat.
Manusia yang beradab dapatdiartikansebagai manusia yangmempunyai sopan santun dan budi pekerti yang baik. Ketenangan, kenyamanan, ketentraman, dan kedamaian sebagai makna hakiki manusia beradab dan dalam pengertian lain adalah suatu kombinasi yang ideal antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat juga membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia.

B. Rumusan Masalah
1. Apa hakikat kebudayaan ?
2. Bagaimana wujud kebudayaan ?
3. Bagaimana aktivitas kebudayaan ?
4. Apa unsur kebudayaan ?
5. Apa pengertian peradaban ?
6. Bagaimana wujud peradaban ?
7. Bagaimana evolusi budaya dan perkembangan peradaban ?
8. Bagaimana peradaban dan perubahan social ?
9. Bagaimana problematika peradaban dalam kehidupan masyarakat ?

C. Tujuan Penulisan Makalah
1. Untuk mengetahui dan mempelajari hakikat kebudayaan.
2. Untuk mengetahui dan mempelajari wujud kebudayaan.
3. Untuk mengetahui dan mempelajari aktivitas kebudayaan.
4. Untuk mengetahui dan mempelajari unsur kebudayaan.
5. Untuk mengetahui dan mempelajari pengertian peradaban.
6. Untuk mengetahui dan mempelajari wujud peradaban.
7. Untuk mengetahui dan mempelajari evolusi budaya dan perkembangan peradaban.
8. Untuk mengetahui dan mempelajari peradaban dan perubahan social.
9. Untuk mengetahui dan mempelajari problematika peradaban dalam kehidupan masyarakat.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hakikat Kebudayaan
1. Pengertian Kebudayaan
Secara etimologi kebudayaan berasal kata ‘budaya’ yang dalam bahasa Sansekerta’Bodhya’ yang berarti akal budi,sinonimnya adalah kultur yang berasal dari bahasa Inggris Culture atau Cultuur dalam Bahasa Belanda. Kata Culture sendiri berasal dari bahasa Latin Colere (dengan akar kata “Calo” yang berarti mengerjakan tanah,mengolah tanah atau memelihara ladang dan memelihara hewan ternak.Mengacu dari pengertian tersebut maka dapat disimpulkan arti kebudayaan secara etimologi adalah suatu hasil dari budi dan atau daya, cipta,karya,karsa,pikiran dan adat istiadat manusia yang secara sadar maupun tidak, dapat diterima sebagai suatu perilaku yang beradab. Dikatakan membudaya bila kontinu, konvergen.Demikianlah pengertian budaya bila ditinjau dari sisi etimologinya.Namun adapun pengertian kebudayaan menurut para ahli diantaranya :
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenianserta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
B. Wujud Kebudayaan
Kebudayaan yang dikenal luas dalam masyarakat mempunyai beberapa wujud,diantaranya adalah :

1) Budaya sebagai Sistem gagasan
Budaya sebagai sistem gagasan yang sifatnya abstrak, tak dapat diraba atau di foto, karena berada di dalam alam pikiran atau perkataan seseorang.Terkecuali bila gagasan itu dituliskan dalam karangan buku.Budaya sebagai sistem gagasan menjadi pedoman bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku. Seperti apa yang dikatakan Kluckhohn dan Kelly bahwa “Budaya berupa rancangan hidup” maka budaya terdahulu itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui proses belajar dan menjadi sikap prilaku manusia berikutnya yang kita sebut sebagai nilai budaya.
Jadi, nilai budaya adalah “gagasan” yang menjadi sumber sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sosial budaya.Nilai budaya dapat kita lihat, kita rasakan dalam sistem kemasyarakatan atau sistem kekerabatan yang diwujudkan dalam bentuk adat istiadat. Hal ini akan lebih nyata kita lihat dalam hubungan antara manusia sebagai individu lainnya maupun dengan kelompok dan lingkungannya.
2) Ide atau gagasan tentang kebudayaan
JJ. Hogman dalam bukunya “The World of Man” membagi budaya dalam tiga wujud yaitu: ideas, activities, dan artifacts. Sedangkan Koencaraningrat, dalam buku “Pengantar Antropologi” menggolongkan wujud budaya menjadi:
a. Kebudayaan sebagai suatu kompleksitas dari ide, gagasan, nilai-nilai dan norma, peraturan dan sebagainya.
Wujud kebudayaan dalam konteks ini adalah wujud idiil dari kebudayaan yang bersifat abstrak.Kebudayaan dalam arti ini berfungsi sebagai adat-istiadat yang mengatur, mengendalikan, dan member arahan pola perilaku dan perbuatan dari masyarakat yang hidup dalam lingkup kebudayaan tersebut. Contoh wujud kebudayaan ini adalah sistem nilai budaya, norma, hukum, dan peraturan-peraturan semacam sopan santun dan lain sebagainya.
b. Kebudayaan sebagai suatu kompleksitas aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Wujud kebudayaan dalam konteks ini disebut sebagai sistem sosial yang terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, bergaul berdasarkan pola tata perilaku tertentu.Wujud kedua kebudayaan ini lebih konkret karena bisa diamati dan didokumentasikan.
c. Kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Wujud ketiga kebudayaan ini merupakan kebudayaan fisik dan merupakan kebudayaan yang paling konkret, misalnya bangunan, artefak, candi-candi, gedung bertingkat, rumah, dan lain-lain.

C. Aktifitas Kebudayaan
Ada berbagai aktifitas kebudayaan yang tampak dari perilaku manusia setiap harinya.Secara tidak langsung kegiatan itu dapat dilihat seperti kegiatan tari, musik, drama dan teater, ekspresi grafis, seni pahat, seni lukis dan kerajinan, bercerita, puisi dan fiksi, juga disebut kesenian.Kesemuanya itu unik dalam bentuk komunikasinya dan karenanya unik juga dalam caranya memunculkan makna, suasana dan perasaan.Keunikannya juga terletak pada bagaimana kita dapat mengekspresikan berbagai kualitas, kontras dan nuansa serta bagaimana ini semua, jika diinginkan, dilebur menjadi pengalaman dan pemahaman yang holistik. Kegiatan ini juga dapat mengetengahkan ciri dari masa lalu, ciri kontemporer, dan impian akan masa depan serta fantasi yang tidak realistis.
Oleh karena itu, kegiatan atau aktifitas budaya dapat:
• Memelihara warisan budaya
• Menciptakan, membangkitkan, mengabstraksikan dan memberi struktur serta bentuk pada perasaan dan pikiran yang terintegrasi
• Memadukan gerakan, ritme, bunyi dan bentuk
• Memadukan gerakan atau bunyi di satu pihak dan keheningan di pihak lain
• Memadukan ketegangan dan kelemasan
• Memadukan ruang, waktu, kekuatan dan alur
• Memadukan raga dan jiwa atau fisik dan spiritual
• Memadukan sandiwara dan ritual
• Memadukan kebenaran dan dongeng, fakta, fantasi dan impian
• Memadukan kepentingan pribadi dan kepentingan umum atau masyarakat

D. Unsur Kebudayaan
Secara universal,dikenal tujuh unsur kebudayaan universal,yaitu :
1. Sistem Religi (Sistem Kepercayaan)
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
3. Sistem Pengetahuan
4. Sistem mata Pencaharian Hidup dan Sistem-sistem ekonomi
5. Sistem Teknologi dan Peralatan
6. Bahasa
7. Kesenian
Namun Unsur kebudayaan besar(cultural universal): dikemukakan oleh C. Kluckhon ada 7 dan seringkali digunakan sebagai referensi karena mencakup hampir semua pendapat ahli kebudayaan lain tentang kebudayaan.
Unsur-unsur tersebut adalah:

1. Sistem religius (homo religius). Merupakan produk manusia sebagai homo religius.Manusia yang memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.

2. Sistem organisasi kemasyarakatan (homo socius). Merupakan produk manusia sebagai homo socius. Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah namun memiliki akal maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

3. Sistem pengetahuan (homo safiens). Merupakan prodak manusia sebagai homo safiens. Pengetahuan dapat diperoleh dari pemikiran sendiri maupun dari orang lain.

4. Sistem mata pencaharian hidup dan system ekonomi (homo ekonomicus). Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, yaitu menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.

5. Sistem peralatan hidup dan tehnologi (homo faber),Merupakan produk manusia sebagai homo faber. Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan dibantu dengan tangannya manusia dapat membuat dan mempergunakan alat, dengan alat-alat ciptaannya itulah manusia dapat lebih mampu mencukupi kebutuhannya .

6. Sistem bahasa (homo longuens),Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.

7. Kesenian merupakan hasil dari manusia dalam keberadaannya sebagai homo esteticus

E. Pengertian peradaban
Istilah peradaban dalam bahasa Inggris disebutCivilization. Istilah peradaban sering dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian kita terhadap perkembangan kebudayaan. Definisi peradabanmenurutKoentjaraningratmenyatakanbahwa peradaban merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai system teknologi dan masyarakat kota yang maju dan kompleks.
Pada waktu perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat halus, indah, tinggi, sopan, luhur dan sebagainya, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan telah memiliki peradaban yang tinggi.
Tinggi rendahnya peradaban suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh faktor:
1. Pendidikan,
2. Kemajuan teknologi dan
3. Ilmu pengetahuan.

F. Wujud Peradaban
Wujud dari peradaban dapat berupa :
1. Moral : nilai-nilai dalam masyarakat dalam hubungannya dengan kesusilaan.
2. Norma : aturan, ukuran, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah, baik atau buruk.
3. Etika : nilai-nilai dan norma moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam megatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket, sopan santun.
4. Estetika : berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam keindahan, mencakup kesatuan (unity), keselarasan (balance), dan kebalikan (contrast).
G. Evolusi Budaya dan Perkembangan Peradaban
Gelombang pertama sebagai tahap peradaban pertanian, dimana dimulai kehidupan baru dari budaya meramu ke bercocok tanam. ( revolusi agraris)
Gelombang kedua sebagai tahap peradaban industri penemuan mesin uap, energi listrik, mesin untuk mobil dan pesawat terbang. (revolusi industri)
Gelombang ketiga sebagai tahap peradaban informasi.Penemuan TI dan komunikasi dengan computer atau alat komunikasi digital.

H. Peradaban dan Perubahan Sosial
Perubahan menyebabkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada dalam masyarakat sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai dengan fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan.
Penyebab atau faktor – faktor terjadinya perubahan :
Faktor intern :
1. Bertambah dan berkurangnya penduduk
2. Adanya penemuan – penemuan baru
3. Konflik dalam masyarakat
4. Pemberontakan dalam masyarakat
Faktor extern :
1. Faktor alam yang berubah
2. Pengaruh kebudayaan lain

I. Problematika Peradaban dalam Kehidupan Masyarakat
1. Kemajuan IPTEK Bagi Peradaban Manusia
Secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai” keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia”Pengertian teknologi secara umum adalah: proses yang meningkatkan nilai tambah,produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, strukturatau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan
Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
2. Dampak Globalisasi Bagi Peradaban Manusia
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat. Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa).
Beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan/peradaban yang disebabkan oleh pengaruh globalisasi, diantaranya yaitu :
1. Pemerintah perlu mengkaji ulang peraturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa
2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya
3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Kebudayaan yang dikenal luas dalam masyarakat mempunyai beberapa wujud, diantaranya budaya sebagai sistem gagasan dan ide atau gagasan tentang kebudayaan. Ada berbagai aktifitas budaya yang tampak dari perilaku manusia setiap harinya. Secara universal, dikenal tujuh unsur kebudayaan universal.
Menurut Koentjaraningrat menyatakan bahwa peradapan merupakan bagian dan unsur kebudayaan yang halus, maju, dan indah seperti misalnya kesenian, ilmu pengetahuan, adat sopan santun pergaulan, kepandaian menulis, organisasi kenegaraan, kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi dan masyarakat kota yang maju. Wujud peradapan dapat berupa moral, norma, etika, estetika.

B. Saran
Sebagai mahasiswa, kita perlu bedalam peran aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umunya.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.anneahira.com/manusia-dan-peradaban.htm( di akses pada tanggal 9 Juni 2014 )
http://id.wikipedia.org/wiki/Peradaban( di akses pada tanggal 9 Juni 2014 )
Moies, Syarif. 2009. Pembentukan Kebudayaan Nasional Indonesia. Bandung: Tidak diterbitkan